Isriyanti's Blog

June 2, 2010

protein dan karbohidrat

Filed under: Uncategorized — isriyanti @ 9:02 am

LAPORAN PRAKTIKUM
PROTEIN DAN KARBOHIDRAT
ISOLASI KAFEIN DAN LAKTOSA DARI SUSU

Oleh:
Isriyanti Affifah
10508102

Tanggal praktikum : 12 April 2010
Tanggal pengumpulan laporan : 19 April 2010

Asisten:
Ami

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2010

PROTEIN DAN KARBOHIDRAT
ISOLASI KAFEIN DAN LAKTOSA DARI SUSU

Tujuan
Mengisolasi kasein dari susu
Mengisolasi laktosa dari susu
Menguji protein dan kasein yang diperoleh dengan menggunakan reagen millon, ninhidrin, nitrit, sulfur, biuret dan xantoproteat
Menentukan gugus yang terkandung dalam kasein melalui uji protein yang dilakukan
Menguji laktosa yang diperoleh dan beberapa sampel karbohidrat dengan regen molisch

Data Pengamatan
Uji Protein
total kasein = 2.2 gr

Uji Sampel Pengamatan Gambar
Millon Kasein endapan putih (2 fasa)
tirosin bening dan oranye kecoklatan (2 fasa)
Ninhidrin Kasein ungu keruh kekuningan
Glisin ungu bening
Sulfur Kasein Putih kehitaman keruh
Sistein hitam muda bening’ endapan hitam
Nitrit
Kasein sedikit gelembung
HCl gelembung bening
Glisin + HCl gelembung bening
Biuret
Kasein biru langit ada gumpalan putih
Urea ungu muda
Pembanding biru keunguan
Xantoproteat
Sebelum + NaOH cincin oranye

Sesudah + NaOH endapan kuning
dan larutan bening oranye (2 fasa)

Uji Karbohidrat
Uji Pengamatan Gambar
Amilum Sukrosa Glukosa Laktosa Maltosa Fruktosa
Molisch Pink bening Pink bening Pink bening Pink bening Pink bening Pink bening

Pengolahan Data
% rendemen=(masa percobaan)/(masa teoritis) x 100 %

Kasein
% rendemen=(2.2 gram)/(5 gram) x 100 %=44 %

Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan uji karbohidrat dan protein, tetapi sebelumnya dilakukan isolasi kasein dan laktosa dari susu. Kasein adalah protein utama dalam susu, suatu fosfoprotein. Kasein dalam susu berada dalam bentuk garam kalsium kaseinat. Kasein memiliki pH 6,6 sehingga kasein memiliki energi negatif dan larut sebagai garam. Jika asam ditambahkan, energi negatif dari lapisan terluar kasein menjadi setara oleh proton golongan fosfat dan protein dengan ion kalsium seperti reaksi:
Ca-caseinate + 2H+ –> casein + Ca2+
Kasein diisolasi terlebih dahulu dengan menambahkan asam asetat 10 % pada larutan susu dan dipanaskan. Kasein akan berupa gumpalan putih yang tidak berbau. Penambahan etanol pada gumpalan kasein bertujuan untuk mencuci sisa lemak yang masih menempel pada kasein. Dalam isolasi, kasein larut dalam air, alkohol dan eter namun tidak larut dalam etanol, senyawa alkali dan beberapa larutan asam. Kasein yang diperoleh lalu ditimbang dan diuji dengan berbagai reagen. Kadar kasein pada susu bubuk dapat diketahui dengan menghitung % rendemen dari produk kasein yang diperoleh. Kandungan kasein dalam susu bubuk diperkirakan sebesar 44 %. Uji yang dilakukan pada kasein adalah uji milon, ninhidrin, sulfur, reaksi dengan nitrit, uji biuret, dan uji xantoproteat.
Uji millon dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa yang mengandung gugus hidroksi fenolik. Prinsip dari uji millon adalah pembentukan garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi. Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai molekul fenol pada gugus R-nya, yang akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi millon. Dari hasil percobaan, diketahui bahwa kasein tidak mengandung gugus hidroksi fenolik karena hasil uji yang didapat berbeda dengan tirosin.
Uji ninhidrin merupakan reaksi yang digunakan untuk mendeteksi adanya asam α-amino dan protein yang mengandung gugus amina bebas. Reaksi positif dari uji ninhidrin ini adalah berupa warna biru tua atau kuning pucat saat dipanaskan. Hal ini ditunjukkan oleh kasein dan glisin saat direaksikan dengan reagen ninhidrin. Kasein memberikan warna ungu keruh kekuningan dan glisin memberikan warna ungu bening yang menunjukkan adanya asam α-amino pada keduanya.
Uji sulfur digunakan untuk mengidentifikasi adanya belerang dalam asam amino. Reaksi ini dapat dilakukan dengan penambahan timbale asetat dan basa. Reaksi Pb-asetat dengan asam-asam amino tersebut akan membentuk endapan berwarna kelabu, yaitu garam PbS. Penambahan NaOH dalam hal ini adalah untuk mendenaturasikan protein sehingga ikatan yang menghubungkan atom S dapat terputus oleh Pb-asetat membentuk PbS. Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa kasein dan sistein mengandung unsur S dalam molekulnya. Hal ini ditunjukkan oleh perubahan warna pada sistein yang menjadi hitam bening dan terbentuk endapan hitam serta pada kasein yang berwarna putih keruh kehitaman yang mengindikasikan adanya timbale sulfide yang berwarna hitam.
Reaksi dengan asam nitrit merupakan reaksi yang menunjukkan adanya amina primer pada protein yang diuji. Gelembung udara pada ketiga tabung reaksi sampel yang diuji menunjukkan adanya gas nitrogen yang terbentuk akibat reaksi niitrit ini.
Biuret bereaksi dengan membentuk senyawa kompleks Cu dengan gugus -CO dan -NH pada asam amino dalam protein. Senyawa yang memiliki -CO dan –NH akan memberikan reaksi positif pada uji ini. Semua sampel yang diuji memberikan reaksi positif berupa warna ungu atau biru pada larutannya. Hal ini berarti urea dan kasein mengandung gugus -CO dan –NH pada molekulnya.
Inti benzena dapat ternitrasi oleh asam nitrat pekat menghasilkan turunan nitrobenzena. Fenilalanin, Tirosin, dan Triptofan yang mengandung inti benzena pada molekulnya juga mengalami reaksi dengan HNO3 pekat. Uji dengan asam nitrat ini dikenal dengan uji xantoproteat. Uji ini dapat mengidentifikasi adanya gugus aromatic pada suatu senyawa. Reaksi positif ditunjukkan oleh kasein pada uji nitrit ini, yang berupa warna orange pada larutannya. Sebelum ditambahkan basa, terdapat cincin orange pada tabung reaksi, dan setelah ditambahkan basa terbentuk endapan kuning pada larutan orange. Kedua hasil pengamatan tersebut mengindikasikan adanya gugus aromatic pada struktur molekul kasein.
Ketika lemak dan protein telah dihilangkan dari susu, maka karbohidrat tertinggal dalam dadih dan terlarut dalam larutan. Karbohidrat utama dalam susu adalah laktosa. Laktosa diisolasi dengan menambahkan kalsium karbonat pada cairan sisa isolasi kasein. Penambahan karbon aktif pada proses isolasi laktosa bertujuan untuk mengadsorpsi pengotor yang tersisa. Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Selain uji molisch, karbohidrat dapat diuji dengan uji benedict. Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indikator yaitu adanya perubahan warna khususnya menjadi merah bata. Reagen Benedict digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi, juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan. Uji yang ketiga adalah uji Barfoed. Uji Barfoed mirip dengan uji Benedict, tetapi tujuannya untuk menentukan apakan suatu karbohidrat merupakan monosakarida atau disakarida. Reagen Barfoed bereaksi dengan monosakarida menghasilkan endapan tembaga (I) oksida dengan laju lebih cepat dari disakarida. Selain ketiga uji di atas, Tes-Tape (Glucotest) dapat dilakukan untuk menguji kandungan glukosa. Uji ini dinamakan uji hidrolisis glukosa. Glukosa oksidase mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida yang terbentuk akan bereaksi dengan peroksidase menghasilkan oksigen yang mengoksidasi orto-toluidin menghasilkan produk berwarna hijau.
Pada isolasi laktosa ini, tidak terbentuk kristal laktosa. Hal ini disebabkan karena larutan laktosa tersebut belum tepat jenuh dengan pelarutnya sehingga kristal tidak terbentuk. Laktosa yang direaksikan merupakan larutan laktosa pekat yang diuji dengan reagen molish untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat. Sampel yang diuji selain laktosa adalah glucose, fruktosa, sukrosa dan maltose. Semua sampel menunjukkan reaksi yang sama terhadap reagen molisch ini berupa warna pink bening pada larutan. Uji molisch yang dilakukan menunjukkan semua sampel yang diuji adalah karbohidrat. Karena keterbatasan praktikan dan waktu praktikum, laktosa dan beberapa sampel karbohidrat lainnya hanya diuji dengan reagen molisch.

Kesimpulan
Kasein berhasil diisolasi dari susu dengan kadar rendemen sebesar 44 %
Kristal laktosa tidak berhasil diisolasi karena larutan laktosa belum tepat jenuh dengan pelarutnya
Hasil uji protein dengan berbagai reagen adalah sebagai berikut.

Uji Sampel Pengamatan Gambar
Millon Kasein endapan putih (2 fasa)
tirosin bening dan oranye kecoklatan (2 fasa)
Ninhidrin Kasein ungu keruh kekuningan
Glisin ungu bening
Sulfur Kasein Putih kehitaman keruh
Sistein hitam muda bening’ endapan hitam
Nitrit
Kasein sedikit gelembung
HCl gelembung bening
Glisin + HCl gelembung bening
Biuret
Kasein biru langit ada gumpalan putih
Urea ungu muda
Pembanding biru keunguan
Xantoproteat
Sebelum + NaOH cincin oranye

Sesudah + NaOH endapan kuning
dan larutan bening oranye (2 fasa)

Uji protein menunjukan bahwa kasein mengandung asam α-amino, unsur S, amina primer, gugus –CO dan –NH serta cincin benzene pada molekulnya.
Hasil uji karbohidrat dengan reagen molisch menandakan bahwa laktosa, glukosa, fruktosa, maltose, dan sukrosa merupakan karbohidrat.

Daftar Pustaka
Fessenden, Ralph J & Joan S. Fessenden. 1986. Kimia Organik jilid 2 edisi ketiga. Jakarta : Erlangga. (hlm. 364)
http://www.blogpribadi.com/2009/07/karbohidrat.html
http://www.rismaka.net/2009/06/karbohidrat-pada-uji-kualitatif.html
http://www.rismaka.net/2009/06/uji-kualitatif-protein-dan-asam-amino.html
http://mick182.blogspot.com/2008/04/uji-protein.html
http://mandhut.com/blog/?p=287
http://blogkita.info/isolasi-kasein/

http://queenofsheeba.wordpress.com/2008/10/15/kasein-pada-susu/

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: